Kohati PB HMI Minta Connie Bakrie Setop Provokasi TNI

- 20 September 2022, 22:24 WIB
KSAD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Tenaga Ahli Jokowi, Penasehat Presiden Korsel, Jadi Pembicara Temu Alumni Doktor USAHID
KSAD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Tenaga Ahli Jokowi, Penasehat Presiden Korsel, Jadi Pembicara Temu Alumni Doktor USAHID /Nur Aliem Halvaima /Foto : tangkapan video TNI AD / Posjakut/

ARAHKATA - Sekretaris Umum Kohati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Imayati Kalean meminta Analis militer Connie Rahakundini Bakrie berhenti menyampaikan pendapat yang terkesan menyudutkan dan memprovokasi TNI.

Sebab, masalah Effendi Simbolon, Panglima TNI dan KSAD sudah selesai karena mereka sudah saling memaafkan.

“Kalau mengarah pada provokasi itu menurut saya sudah bukan akademisi lagi. Kalau seorang akademisi, menyampaikan pemdapat ya memang betul-betul objektif, apa yang dia lihat sebagai akademisi, tapi kalau mengarah pada provokasi dan berlebihan saya kira itu sudah ada tendensi politik tertentu. Sudah ada kepentingan-kepentingan tertentu yang bisa jadi tidak sejalan dengan apa yang hari ini terjadi bahwa kedua belah pihak sudah berdamai,” ujar Imayati saat dihubungi, Selasa, 20 September 2022.

Baca Juga: Heboh Tabloid Anies Baswedan Beredar di Masjid, Walikota Malang Geram Politik Identitas

Hal ini disampaikan Imayati terkait pernyataan Connie Bakti yang mengatakan bahwa KSAD Jenderal Dudung Abdurachman ingin mendirikan sekolah untuk putranya sendiri.

Menurut Imayati, seorang pengamat dan akademisi seperti Connie Bakrie tidak boleh menyampaikan pendapat provokatif dan menyudutkan pihak-pihak tertentu.

Apalagi menyampaikan pendapat Jenderal Dudung ingin mendirikan sekolah untuk Putranya.

Baca Juga: TransJakarta Gunakan 200 Bus Listrik Pada 2023 Ramah Lingkungan

“Itu sudah provokatif banget bahkan itu sudah tujuannya memecah belah. Sudah tidak sehat lagi, sudah tidak objektif lagi. Dan sudah tidak citra akademisi, sudah tercederai kalau sampai pendapat beliau itu provokatif. Semestinya itu dihentikan,” katanya.

Halaman:

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x