Komisi II Beri 3 Catatan Penting ke Mendagri Tito, Yanuar Prihatin: Jangan Melulu Teknis!

- 22 September 2022, 17:44 WIB
Yanuar Prihatin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI
Yanuar Prihatin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI /Agnes Aflianto/ARAHKATA

ARAHKATAYanuar Prihatin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI memberi tiga catatan penting kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Kerja (Raker) yang juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa di Gedung Parlemen, Rabu, 21 September 2022.

Dalam paparannya, anggota DPR dari Fraksi PKB itu menyebutkan tiga hal yang menjadi catatan untuk diperhatikan Tito, di antaranya soal desa, Ibu Kota Negara (IKN), dan desain penataan daerah.

Dari sejumlah permasalahan di desa seperti infrastruktur, kewilayahan, batas, pemekaran dan penggabungan desa serta persoalan lainnya, Yanuar menyorot tajam terkait pembangunan kapasitas aparatur desa yang dinilainya selama ini terabaikan.

Baca Juga: Komisi II Soroti Permasalahan Tanah IKN, Yanuar Prihatin: Tidak Ada Progress Report ke DPR

“Selama ini kalau diperhatikan treatment yang dilakukan jauh lebih banyak ke aspek teknikal, sehingga muncullah istilah bimbingan teknis. Saya kira kita harus naik satu tingkat lagi yaitu ke arah pembangunan watak dan karakter,” ungkapnya.

Yanuar menegaskan, anggaran dana desa yang sudah turun dan infrastruktur di banyak tempat juga lebih baik dari sebelumnya, sehingga sudah waktunya fokus perhatian ke pembangunan kapasitas aparatur desa.

“Karena kuncinya di situ. Uang mungkin bisa banyak tiap tahun menggelontor, tapi kalau kapasitas aparaturnya tidak kompatibel dengan itu juga menjadi masalah. Saya sering mendengar keluhan aparatur di daerah semuanya klasik, menunggu dari pusat, semua menanti anggaran dari kabupaten, provinsi, dan anggaran nasional APBN,” urainya.

Baca Juga: Tujuh Langkah Menghemat BBM Bagi Para Pemilik Mobil

Ia melanjutkan, jarang sekali kita mendengar inovasi, terobosan, memiliki ide-ide yang bisa menyelesaikan masalah sosial kesejahteraan di daerahnya.

“Padahal, di lingkungannya itu terdapat banyak sumber daya dan potensi, tapi karena pikirannya lebih banyak ke atas jadi persoalan yang seharusnya bisa diatasi malah terabaikan,” ucap Yanuar.

Halaman:

Editor: Agnes Aflianto


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x