Putra SYL Kembalikan Mobil Mewahnya ke KPK

- 10 Juni 2024, 19:52 WIB
Mitsubishi Pajero Sport milik SYL yang sengaja disembunyikan di lahan kosong.
Mitsubishi Pajero Sport milik SYL yang sengaja disembunyikan di lahan kosong. //Antara/Fianda Sjofjan Rassat

ARAHKATA - Putra eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kemal Redindo Syahrul Putra, diperiksa tim penyidik KPK. Selain diperiksa, Dindo mengembalikan satu unit mobil Toyota Vellfire putih ke komisi antirasuah tersebut.

Saat Dindo diperiksa, mobil dengan nomor polisi B 1105 SQH itu sudah terparkir di belakang Gedung Merah Putih. "Saya mewakili keluarga menyerahkan barang itu," terang Dindo.

Dia mengaku mobil tersebut merupakan mobil keluarga. Belum jelas duduk perkara pengembalian mobil Vellfire itu. Dindo mengaku mobil tersebut merupakan kendaraan yang disewa keluarga. Dia tidak tahu mengenai kejelasan mobil tersebut secara detail.

Baca Juga: Marak Ibu Lecehkan Anak, Polisi Didesak Temukan Peretas Akun Medsos 

Saat dicek, nopol mobil yang dikembalikan bukan milik Vellfire, tetapi berasal dari sebuah mobil Toyota Fortuner. Saat fakta persidangan pada 22 April lalu, dipaparkan mobil jenis Toyota Alphard senilai Rp 430 juta. Uang itu berasal dari sumbangan rekanan yang mendapat jatah proyek dari Kementerian Pertanian (Kementan).

’’Soal pelat mobil yang dikembalikan, urusan penyewa. Sementara, untuk mobil Alphard kami tidak tahu. Kami tidak pernah sewa Alphard,’’ ujarnya.

Disinggung tentang pemeriksaannya kemarin, Dindo menjawab tak banyak. ’’(Pemeriksaan, Red) cukup singkat,’’ katanya. Dia diperiksa sebagai saksi terkait dengan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) SYL.

Baca Juga: Merokok Bisa Picu Masalah Kesehatan Jantung Hingga Tiga Kali Lipat Lebih Parah 

Terpisah, Ali Fikri dicopot dari jabatan juru bicara (Jubir) KPK. Dia diduga diganti lantaran pimpinan KPK tak senang. Pada Kamis, 6 Juni 2024, Ali memberikan pernyataan bahwa dirinya setuju atas statemen Ketua Dewan Pengawas (KPK) Tumpak Panggabean di gedung DPR. Pimpinan KPK saat ini perlu dievaluasi.

Halaman:

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah