Jusuf Kalla Kritik KPU hingga Pemilu 2024 Terburuk Pasca-reformasi

- 31 Maret 2024, 23:11 WIB
 Jusuf Kalla menyebut lelah adalah ketika hati dan pikiran tidak nyambung.
Jusuf Kalla menyebut lelah adalah ketika hati dan pikiran tidak nyambung. /Twitter

ARAHKATA - Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyebut Pemilu 2024 sebagai yang terburuk pascareformasi 1998.

Dia mengkritisi proses sebelum hari pemungutan suara yang sarat kecurangan.

"Ya prosesnya, lebih banyak di prosesnya. Penyelenggaraannya justru aman-aman saja. Proses menurutku [yang paling buruk]," ujarnya dikutip dari YouTube Keep Talking, dikutip Minggu, 31 Maret 2024.

Baca Juga: Haidar Alwi Bongkar Sederet Hoax Kubu Ganjar-Mahfud Terkait Sidang PHPU di MK 

Lebih lanjut, pria yang disapa JK ini juga menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat mengurus Pemilu 2024 banyak bermasalah.

Menurutnya, Indonesia tidak mempercayai kepada sistem digital dalam penghitungan suara pemilu.

Namun, digitalisasi juga diterapkan bersamaan dengan sistem manual dalam proses rekapitulasi suara.

 Baca Juga: Viral Perempuan Cantik Buka Jasa Penitipan Suami untuk Ibu-Ibu yang Akan Mudik

"Yang kita percaya manual, tapi dipercaya juga sistem komputer. Jadi lebih rumit itu," ujarnya.

JK pun mengaku telah mengusulkan pemilu dikembalikan kembali ke sistem proporsional tertutup seperti pada Pemilu 1999.

Diberitakan sebelumnya, JK menilai sistem yang juga dikenal dengan sebutan coblos partai itu, akan melahirkan calon legislatif yang lebih berkualitas karena melewati mekanisme seleksi partai.

Baca Juga: Mudik Lebaran Banyak Dicari MPV Bekas Jadi Buruan Konsumen 

“Ini harus kembali kepada sistem pemilu tertutup, supaya antara calon tinggal diseleksi dulu oleh partai. Ini orang yang baik, bukan hanya orang asal terkenal,” katanya.***

 

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x