Anies Baswedan Hanya Diperalat untuk Menangkan Jokowi dan Kroni dalam Pilpres 2024

- 1 April 2024, 15:02 WIB
Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan (kedua kiri) dan Muhaimin Iskandar (kedua kanan) bersama Ketua Tim Hukum Nasional AMIN Ari Yusuf Amir (kanan) serta Kapten Timnas AMIN Muhammad Syaugi (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Markas Tim Hukum AMIN, Mampang Square, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024). Rapat tersebut membahas sejumlah kecurangan yang ditemukan Tim Hukum Nasional (THN) AMIN pada Pemilu 2024 dan mempersiapkan langkah hukum atas
Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan (kedua kiri) dan Muhaimin Iskandar (kedua kanan) bersama Ketua Tim Hukum Nasional AMIN Ari Yusuf Amir (kanan) serta Kapten Timnas AMIN Muhammad Syaugi (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Markas Tim Hukum AMIN, Mampang Square, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024). Rapat tersebut membahas sejumlah kecurangan yang ditemukan Tim Hukum Nasional (THN) AMIN pada Pemilu 2024 dan mempersiapkan langkah hukum atas /Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

ARAHKATA - Politikus Ferdinand Hutahaean menilai capres nomor urut satu Anies Baswedan tidak sadar diperalat untuk menangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kroni dalam Pilpres 2024 jika mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2024.

Selain itu, dengan ikut Pilkada DKI Jakarta 2024, Anies Baswedan menunjukkan haus jabatan, karena beberapa waktu lalu mantan Menteri Pendidikan itu baru saja kalah dalam Pilpres 2024.

"Kalau Anies ikut Pilkada, itu artinya memang dia haus jabatan dan tidak sadar sudah diperalat untuk menangkan Jokowi dan kroninya dalam Pilpres," ucapnya, dikutip ArahKata.com dari akun X pribadinya, Senin, 1 April 2024.

Baca Juga: Waspadai Para Penunggang Gelap Gerakan Boikot Produk dan Perusahaan Terafiliasi Israel  

Sebelumnya, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara, Hendri Satrio menyarankan capres nomor urut satu Anies Baswedan untuk tidak mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2024.

Pasalnya menurutnya Anies perlu menjaga suaranya setelah Pilpres 2024. Untuk diketahui, dalam kompetisi pemilihan presiden, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meraih suara sekitar 24 persen.

"Saya pribadi menilai, ini jangan dilakukan karena Anies Baswedan harus menjaga suara masyarakat Indonesia yang 24 persen yang memilih dirinya," kata Pengamat yang juga pendiri Lembaga Survei Kedai KOPI, Hendri Satrio di Jakarta, Ahad, 31 Maret 2024.

Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Lawatan ke China, Disambut Sejumlah Pejabat Tinggi 

Dirinya menilai Anies sudah berada di level nasional, dan gerakan perubahan yang digaungkannya harus dipupuk terus. "Kalau turun lagi di Pilgub DKI maka akan muncul persepsi kayak cari peruntungan lagi," kata dia.

Hendri mengakui kans Anies di Pilkada DKI memang besar untuk bisa kembali menduduki posisi gubernur, dan sejumlah partai seperti PKS maupun PKB yang sampai sekarang belum memiliki calon untuk pemilihan kepala daerah di Ibu Kota bisa jadi mengusungnya.

"Tapi itu semua hak Anies Baswedan jika memang ingin ikut berkompetisi lagi di Pilgub DKI dan memang kans menang besar," kata dia.***

 

 

 

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x