Tim Siber Polri Hentikan Penyelidikan Kebocoran Data eHAC

9 September 2021, 11:30 WIB
Ilustrasi Data 1,3 Juta Pengguna Aplikasi eHac Bocor /Pixabay/facycrave1/

ARAHKATA – Tim Siber Polri resmi menyetop penyelidikan kasus dugaan kebocoran data pada aplikasi Electronic Health Alert Card atau eHAC yang mencapai 1,3 juta data, pada Selasa, 7 September 2021.

Penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dengan melibatkan Kemenkes dan mitranya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis Kepala Pusat Data dan Informasi Kesehatan RI Anas Maruf menyatakan, bahwa hasil penyeledikan yang dilakukan oleh Tim Siber Mabes Polri tidak menunjukan adanya kebocoran atau upaya peretasan data pengguna aplikasi eHAC.

Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi eHAC Segera!

“Polisi juga tidak menemukan upaya pengambilan data dari server eHAC,” kata Anas.

Hal ini membuat penyelidikan atas kasus dugaan kebocoran data resmi dihentikan oleh pihak Tim Siber Mabes Polri.

“Kepolisian resmi menghentikan penyelidikan terhadap dugaan kasus kebocoran data di aplikasi sistem eHAC,” katanya.

Baca Juga: Aplikasi eHAC Alami Kebocoran, Kemenkes: Kemungkinan Pihak Mitra

Selain itu, telah dipastikan bahwa semua data masyarakat di aplikasi eHAC tidak bocor dan masih terlindungi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, data pengguna eHAC tetap aman dan saat ini sudah terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,” kata Anas.

Menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang terjadi bukan berkaitan dengan kebocoran data namun ini hanya bagian dari sebuh proses dalam keamanan siber atau sering disebut threat information sharing.

Baca Juga: Simak! Ini Penyebab HP Overheat dan Cara Atasinya

Oleh karena itu, Kemenkes memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi, yang sekarang sudah terintergrasi dengan eHAC didalamnya.***

Editor: Tia Martiana

Tags

Terkini

Terpopuler