Menkop UKM: Survei 72 Persen Anak Muda Ingin Jadi Pengusaha

2 Juli 2022, 15:03 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.* /ANTARA/

ARAHKATA - Anak muda usia produktif di Indonesia setiap tahun semakin bertambah jumlahnya.

Anak muda usia produktif sarjana lulusan perguruan tinggi meningkat dengan kata lain bonus demografi.

Anak muda produktif sangat membutuhkan pekerjaan, namun faktanya lapangan perkejaan makin terbatas.

Baca Juga: Diperpanjang 3 Bulan Lagi Sosialisasi Beli Minyak Goreng via PeduliLindungi

Berdasarkan survei Asia Pasifik Entrepreneurship 2021 terungkap, 72 persen anak muda saat ini lebih memilih menjadi pengusaha ketimbang pegawai negeri.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, fenomena perubahan minat anak muda Indonesia menjadi pengusaha.

"Berbeda dengan angkatan saya, 72 persen anak muda saat ini lebih memilih ingin menjadi pengusaha ketimbang jadi pegawai negeri atau pegawai swasta," katanya saat menyampaikan Kuliah Umum dan Diskusi Interaktif Kewirausahaan dengan tema Young Entrepreneur Wanted serta peluncuran program kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) Padang dalam bidang peningkatan kapasitas usaha rintisan, di Padang, dilansir ANTARA, Jumat, 1 Juli 2022.

Baca Juga: Kartu Emas Pegadaian Raih Penghargaan Inewsmaker Awards 2022

Teten menceritakan dulu begitu lulus kuliah pemikiran yang berkembang adalah menjadi pegawai negeri atau swasta.

"Saat ini setiap tahun ada 1,7 juta sarjana baru yang masuk ke dunia kerja dan tentu saja sebagian besar tidak akan terserap karena total angkatan kerja setiap tahun 3,5 juta," kata dia.

Ia melihat satu persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia paling banyak bisa menyerap lapangan kerja hanya sekitar 400 ribu orang.

Baca Juga: BPKP Susun Strategi Tata Kelola Audit Sektor Sawit

Oleh sebab itu perguruan tinggi sudah harus mulai mengubah sudut pandang dan kurikulum tidak lagi hanya mencetak sarjana yang hanya berorientasi jadi pegawai pemerintah atau swasta.

"Kita harus mengubah kurikulum perguruan tinggi agar bisa melahirkan wirausaha baru, bukan pencari kerja," ujarnya.

Ia melihat ini merupakan terobosan yang perlu dilakukan dan di Universitas Andalas juga sudah ada 300 wirausaha mahasiswa yang menghasilkan 518 UKM dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Tenang, Pengendara Motor Belum Wajib Gunakan MyPertamina Beli Pertalite!

Teten mengaku berkeliling kampus di Indonesia untuk mencari wirausaha baru guna melahirkan wirausaha muda yang berbasis pendidikan tinggi.

"Saat ini persaingan di tingkat global hanya akan dimenangkan oleh wirausaha yang punya inovasi dan itu kekuatannya ada di SDM," katanya.

Ia juga berencana mengembangkan kewirausahaan dikoneksikan dengan riset di perguruan tinggi.

Baca Juga: Ribuan Outlet UMKM di Bandara Siap Go Digital Bersama Olsera dan AP II

"Sehingga hasil riset bisa dihilirisasi dan dikomersialisasi jadi produk unggulan UKM," pungkasnya.***

Editor: Wijaya Kusnaryanto

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler