Covid-19 Tidak Menjadikan Pelajar Indonesia Enggan Belajar di Eropa

18 November 2020, 15:09 WIB
Moderator Yulia Maroe, dari IdComm, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket . /Arahkata.com

ARAHKATA - Negara Eropa hingga saat ini masih menjadi tujuan bagi pelajar-pelajar di dunia untuk mengenyam pendidikan. Sebagai negara yang cukup diakui, eropa selain terus melakukan promosi pendidkan dengan berbagai macam beasiswa, juga melakukan inovasi-inovasi terkait sistem pembelajaran yang diketahui era new normal yang merubah seluruh sistem pendidikan.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan, Uni Eropa masuk dalam level 200 negara-negara di dunia untuk perguruan tinggi yang menyediakan program pendidikan dalam bahasa Inggris.

"Kebijkan ini mempermudah dan sangat terbuka peluang bagi mahasiswa asal Indonesia untuk menempuh pendidikan di eropa," ujar Vincent, saat webinar, Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) 2020, Rabu, (18/11).

Lebih jauh, Vincent mengungkapkan, dari segi biaya juga masih terjangkau dibandingkan perusahaan perguruan tinggi yang ternama lainnya.

Baca Juga: Miris ! Di Daerah Ini Upah Guru Honorer Dibawah Satu Juta

"Dari awal program ini berjalan (EHEF-red), kita Uni Eropa juga sedang menyiapkan beasiswa erasmus plus dan hingga saat ini sudah memberangkatkan 1600 pelajar atau academy-academy ke Eropa dan tidak hanya dalam melakukan studi tapi juga penelitian di Eropa. Dan sebaliknya ada sekitar 200 tenaga pengajar dari Eropa yang dikirim ke Indonesia untuk melakukan pengajaran," ungkapnya.

Terkait dengan ketertarikan pelajar di Indonesia, Vincent mengatakan, masih banyak siswa dari Indonesia yang sudah mendaftar untuk mendapatkan beasiswa erasmus plus seperti yang pernah dilangsungkan

"Hal yang penting adalah Uni Eropa sangat ketat untuk memasukkan orang atau wisatawan dari luar Eropa apalagi dari negara-negara ketiga. Tetapi khususnya pelajar, ini masih dijamin untuk bisa masuk dan menempuh pendidikan," imbuhnya.

Baca Juga: Didi Riyadi Enggan Ditanyai Soal Hubungan Ayu Ting-Ting dengan Adit Jayusman

Bagi pelajar atau mahasiswa yang akan mengenyam pwndidikan di Harvard, dia menjelaskan, yang mana seharusnya para pelajar tersebut mengalami penundaan karena Covid-19.

"Berdasar komunikasi dengan para siswa yang berasal dari Indonesia dan penundaan yang dijadwalkan berangkat pada tahun ajaran ini, yakni September lalu. Tetapi, mari kita berharap semoga pandemik ini berakhir dan kita semua bisa beraktivitas normal dan bisa dijalankan untuk menjalani pendidikan," pungkasnya.

Sebagai informasi penyelenggaraan EHEF yang ke-12 kalinya ini diikuti oleh 140 institusi pendidikan tinggi yang berasal dari 12 negara anggota Uni Eropa (Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Denmark,  Spanyol, Austria, Finlandia, Swedia, Hungaria, Polandia) serta Inggris dan Swiss.

Editor: Mohammad Irawan

Tags

Terkini

Terpopuler