Bulan Depan Wuhan akan Kedatangan Ilmuwan dari WHO, Menyelidiki Covid-19

- 17 Desember 2020, 16:18 WIB
Ilustrasi Ilmuwan ke Wuhan untuk penelitian Covid-19
Ilustrasi Ilmuwan ke Wuhan untuk penelitian Covid-19 /Arahkata/

 

ARAHKATA – World Health Organization (WHO) telah mengagendakan untuk mengirimkan  ilmuwan internasional menuju Wuhan. Kedatangan para ilmuwan ini dalam rangka untuk menyelidiki asal usul virus corona penyebab Covid-19, yang direncanakan bulan depan, atau awal tahun 2021.

Namun sebelumnya, kedatangan para ilmuwan tersebut tidak mendapat sambutan dari Beijing, yang enggan menyetujui penyelidikan independen dan butuh waktu berbulan-bulan untuk bernegosiasi agar WHO diizinkan berkunjung ke Wuhan.

"Misi internasional direncanakan berangkat ke Cina pada pekan pertama Januari untuk menginvestigasi asal usul virus yang memicu pandemi Covid-19," ujar WHO, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 17 Desember 2020, dengan link berita https://www.channelnewsasia.com/news/world/who-led-team-expected-in-china-in-january-to-probe-covid-19-13786142

Baca Juga: Ilmuwan Ramalkan Kota Padang Berpotensi Dilibas Gempa Dahsyat dan Tsunami Raksasa

Tidak dipungkiri, investigasi dipicu dari tuduhan Amerika bahwa virus Covid-19  berasal dari Cina. Sebab, wabah pertama virus tersebut, yang juga disebut Corona, berawal di Wuhan pada akhir 2019. Khawatir Cina akan bersikap tidak transparan akan hal tersebut, Amerika mendesak adanya investigasi yang transparan agar fakta soal asal usul Covid-19 tidak ditutup-tutupi.

Pada awalnya menolak, karena desakan makin kuat di mana beberapa negara meminta hal yang sama, Cina pada akhirnya menyetujui investigasi  dilakukan selama mereka dilibatkan dan ketika situasi mulai terkendali.

Kurang lebih ada 12-15 pakar dari berbagai negara yang akan terlibat pada investigasi Januari nanti. Mereka akan memeriksa berbagai barang bukti, mulai dari sample manusia, sample hewan, hingga lokasi pasar yang menjadi ground zero (titik pertama) wabah Covid-19.

Salah satu pakar asal Denmark, Thea Fischer, menyatakan investigasi akan berlangsung selama kurang lebih enam pekan. Hal itu sudah termasuk menghitung masa karantina dua pekan setibanya di Cina.

Baca Juga: Budidaya dan Pengolahan Ikan Mulai Dilirik Investor

Halaman:

Editor: Mohammad Irawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah