Darurat Kekerasan Seksual di Pesantren, Komnas HAM Soroti Soal Mas Bechi

11 Juli 2022, 08:44 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual /Pexels/Karolina Grabowska

ARAHKATA – Aksi kekerasan seksual yang terjadi dalam lembaga pendidikan di Indonesia, sangat memprihatinkan dan menjadi sorotan berbagai kalangan

Aksi kekerasan seksual justru pelakunya adalah oknum pemimpin atau pengurus dari lembaga pendidikan yang kelolanya.

Aksi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, seringkali terjadi karena lemahnya kontrol dari pengawasan dari instansi terkait maupun pihak berwajib.

Baca Juga: Polri Duga ACT Tilap Dana Ahli Waris Korban Lion Air JT-610 Senilai Rp 138 Miliar

Banyaknya kasus kekerasan seksual atau tindakan asusila di lingkungan pondok pesantren menjadi kekhawatiran tersendiri bagi semua pihak termasuk lembaga terkemuka seperti Komnas HAM.

Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin mengatakan kekhawatirannya akan peristiwa kekerasan seksual yang jelas mengancam anak-anak dan kaum perempuan dan semakin marak. 

"Sungguh terjadi dan marak di Indonesia serta telah mengancam secara serius anak-anak, terutama anak perempuan," ujarnya dalam siaran persnya, Minggu, 10 Juli 2022.

Baca Juga: Polri Selidiki Dana Korban Kecelakaan Lion Air oleh ACT

Untuk itu, Komnas HAM meminta aparat penegak hukum untuk menerapkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dalam menindak para predator itu.

"Komnas HAM juga mendorong jaksa dan hakim dalam mengadili para tersangka sudah semestinya menggunakan UU TPKS secara maksimal," ungkap Amiruddin.

Komnas HAM meminta semua pihak menyadari bahwa penegakan hukum, khususnya UU TPKS terhadap terduga pelaku kekerasan seksual, menjadi upaya melindungi harkat dan martabat, serta HAM warga negara.

Baca Juga: Darurat Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Harus Cepat Ditangani

"Maka dari itu, jika ada pihak-pihak yang menghalang-halangi, Komnas HAM mendorong aparat penegak hukum jangan ragu untuk menindak mereka," kata Amiruddin.

Mantan dosen FISIP UI itu kemudian secara spesifik menyinggung tentang dugaan kasus pelecehan seksual dengan tersangka MSAT alias Mas Bechi, anak kiai di Jombang, Jatim.

Amiruddin mengapresiasi langkah Polda Jawa Timur yang menjemput paksa Mas Bechi setelah menjadi buron pencabulan santriwati.

Baca Juga: Harga BBM dan Elpiji Non Subsidi Kembali Naik

"Langkah dan sikap yang sama perlu juga diambil oleh pimpinan polisi di daerah-daerah lainnya," pungkasnya.***

 

 

Editor: Wijaya Kusnaryanto

Sumber: Komnas HAM

Tags

Terkini

Terpopuler