Ketua MUI: Pasca Aksi Militer Israel Sudah Waktunya Masyarakat Indonesia Boikot McDonald's

- 20 Oktober 2023, 16:04 WIB
Warga Palestina Mengibarkan Benderanya
Warga Palestina Mengibarkan Benderanya /The times of Israel/Wisam Hashlamoun/Flash90/

ARAHKATA - Saat negara Zionis Israel memutus akses listrik, air bersih, dan makanan ke Jalur Gaza, raksasa waralaba Amerika Serikat McDonald's justru membagikan 4.000 makanan gratis kepada tentara Israel.

Hal tersebut tentu telah memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyerukan boikot terhadap McDonald's di Indonesia.

"Saat ini telah berkembang berita bahwa McDonald’s telah menyumbangkan puluhan ribu makanan ke unit-unit IDF yang membunuh warga Palestina," kata Buya Noto sapaannya dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Oktober 2023.

Baca Juga: Jokowi: Kecam Kekerasan Israel di Gaza, Saatnya Dunia Selesaikan Masalah Palestina 

"Jika berita ini benar, maka sudah waktunya masyarakat Indonesia memboikot untuk tidak belanja di McDonald’s," sambungnya.

Merespons kontroversi ini, cabang-cabang McDonald's di beberapa negara Arab memilih mendukung perjuangan Palestina. Sejumlah sumbangan besar telah diberikan untuk upaya bantuan kemanusiaan di Gaza. 

Namun, mereka menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara independen dari cabang McDonald's di Israel atau dari McDonald’s Corporation global.

Baca Juga: Richard Lee Gagal Giring Dokter Kanya Ayu Untuk Cari Dukungan Galon Guna Ulang Berbahaya 

Seruan boikot dari MUI mencerminkan semakin kompleksnya hubungan antara perusahaan multinasional dan politik lokal. McDonald's, sebagai contoh, harus menavigasi antara berbagai kepentingan dan pandangan publik yang berbeda di tiap negaranya beroperasi.

Halaman:

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah