Gubernur Khofifah Perketat Syarat Pernikahan di Jatim

- 21 Januari 2021, 20:38 WIB
Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan. /Foto: Pixabay/vetonethemi/

ARAHKATA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperketat syarat pernikahan di Jatim. Syarat ini diberlakukan untuk menekan terjadinya pernikahan dini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Andriyanto mengaku angka pernikahan anak di Jatim masih cukup tinggi.

Jika melihat data di Pengadilan Agama, sepanjang 2020 sebanyak ada 9.453 pasangan yang melakukan pernikahan dini atau di bawah usia sesuai amanah Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jumlah itu tergolong cukup tinggi yakni mencapai 4,97 persen dari total 197.068 pernikahan.

Baca Juga: Aneh, Jumlah Perempuan di Jatim Lebih Banyak Daripada Laki-laki

Andriyanto menilai angka pernikahan tahun 2020 meningkat, jika dibandingkan pada 2019 yang hanya 3,29 persen. Meski demikian, jika dikalkulasi sebenarnya menurun.

"Pada tahun 2019 angka pernikahan dini sebanyak 11.211 kasus dari total 340.613 perkawinan," kata Andriyanto, dikonfirmasi, Kamis 21 Januari 2021.

Andriyanto menyampaikan untuk menekan terjadinya pernikahan dini masih perlu ditekan lagi, Gubernur Khofifah membuat Surat Edaran Gubernur Jatim tentang pencegahan perkawinan anak sudah ditandatangani per 18 Januari 2021 lalu.

Baca Juga: Breaking News: Gempa 7,1 SR Guncang Sulut

"Diharapkan supaya pak bupati sama pak wali kota itu bisa melakukan langkah-langkah yang seperti di dalam surat edaran tersebut, terutama dalam rangka penurunan perkawinan anak," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Ahyar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x