Riset CISDI Siswa SMP dan SMA Nekad Beli Rokok Habiskan Rp 200.000 Per Minggu

- 16 Desember 2023, 20:41 WIB
Ilustrasi perokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Ilustrasi perokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). /XINHUA NEWS

ARAHKATA - Menurut penelitian dari Centre for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), siswa SMP-SMA bisa menghabiskan antara Rp 30.000 hingga Rp 200.000 setiap minggu untuk membeli rokok.

Chief of Research and Policy CISDI Olivia Herlinda mengatakan siswa SMP-SMA mengakui membeli rokok batangan (ketengan) saat mencoba merokok pertama kali.

Pembelian rokok batangan oleh remaja ini berhubungan dengan kebiasaan merokok tidak rutin, dengan konsumsi sekitar 5 batang atau kurang per hari.

 Baca Juga: PPATK: Gerak Cepat Hentikan Transaksi Rp 850 Miliar Hasil Judi Online

“Dengan pola merokok seperti ini, dapat dikatakan bahwa konsumsi rokok batangan berhubungan erat dengan tahap eksperimen pada remaja, tahapan yang dapat membawa seseorang menjadi pencandu dan merokok secara rutin,” kata Olivia dalam risetnya dikutip, Sabtu, 16 Desember 2023.

Dari 1.157 responden yang mengisi formulir survei daring, 131 mengatakan pernah mencoba produk tembakau. Sebanyak 92 responden atau 70% di antaranya membeli rokok ketengan saat pertama kali merokok dan 90 responden mengonsumsi rokok dalam 30 hari terakhir.

Hasil dari diskusi kelompok fokus (focus group discussion/FGD) dengan 49 remaja yang membeli rokok batangan dalam 30 hari terakhir, survei menunjukkan bahwa remaja mudah tergoda untuk terus-menerus membeli rokok karena ketersediaan dan promosi rokok batangan yang masif. Mereka biasanya memperoleh rokok ini dari kios-kios di sekitar sekolah dengan harga serendah Rp 1.000 per batang.

Baca Juga: Pakar: Sentil Prabowo-Gibran, Jangan Bodohi Rakyat dengan Gimik Politik!  

Pembelian berulang rokok batangan murah membuat remaja mengeluarkan uang dalam jumlah signifikan, berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 200.000 setiap minggu. Jumlah ini setara dengan separuh pengeluaran per kapita mingguan rata-rata penduduk Indonesia.

Halaman:

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah