Resmi Dilantik, Yoon Seok-yeol Akan Buka Dialog dengan Korea Utara

10 Mei 2022, 17:26 WIB
Potret Yon Suk-yeol, Presiden Korea Selatan /Lamtiur Indah Sari/

ARAHKATA - Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol, yang dilantik hari ini 10 Mei 2022, mengatakan siap untuk membuka dialog dengan Korea Utara.

Yoon Seok-yeol mengatakan program senjata nuklir Korea Utara merupakan ancaman bagi Korea Selatan.

Karenanya Yoon Seok-yeol telah menyiapkan rencana ekonomi khusus jika Korea Utara berkomitmen untuk pembicaraan denuklirisasi.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 28, Ini Tips Agar Lolos Seleksinya

Dia mengatakan ini dalam pidato pengukuhannya setelah dilantik di depan Parlemen di Seoul.

“Program senjata nuklir Korea Utara merupakan ancaman tidak hanya bagi keamanan kami tetapi juga bagi kawasan Asia Timur Laut, pintu dialog akan tetap terbuka sehingga kami dapat menyelesaikan ancaman ini secara damai. Jika Korea Utara benar-benar ingin memulai proses penyelesaian pencegahan, kami siap bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mempresentasikan rencana khusus yang akan memperkuat ekonomi Korea Utara dan meningkatkan kualitas hidup rakyatnya,” katanya dalam Reuters dikutip ARAHKATA pada Selasa 10 Mei 2022.

Seok-yeol menghadapi dua masalah besar begitu dilantik pada hari ini, yaitu aksi uji coba senjata nuklir terbaru Korea Utara dan ancaman inflasi yang menghambat pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Baca Juga: Pemkot Jakarta Pusat Minta Monitor Pendatang Baru

Seok-yeol memenangkan pemilihan Maret lalu, dari partai oposisi konservatif Parti Kekuatan Rakyat (PPP) dan kurang dari setahun setelah memasuki politik selama 26 tahun menjabat sebagai jaksa penuntut umum.

Seok-yeol memenangkan pemilihan melalui kampanye untuk memerangi korupsi dan menciptakan lapangan ekonomi yang lebih adil.

Kampanye tersebut dilakukan di tengah frustrasi masyarakat dengan isu ketimpangan dan harga rumah, serta persaingan gender dalam berbagai aspek sosial ekonomi.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Undang Bos Tesla Elon Musk ke Pangandaran, Begini Cuitannya

Sebagai informasi, inflasi Korea Selatan mencapai level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun terakhir pada bulan lalu ketika invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan harga komoditas melonjak, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank yang dapat mengancam prospek pertumbuhan ekonomi.

Korea Utara menempatkan pengujian senjata nuklirnya kembali ke agenda utama ketika melanggar perjanjian moratorium pengujian rudal jarak jauh 2017 Maret lalu.

Seok-yeol telah berjanji untuk memperkuat hubungan dengan sekutu dekatnya AS untuk menghadapi ancaman Korea Utara serta bekerja untuk berdamai dengan China.

Baca Juga: Viral Usai dari Podcast Deddy Corbuzier, Ragil Mahardika: Suka Atau Tidak Kami Ada

Kedua masalah tersebut akan dibahas pada pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden bulan ini.***

Editor: Wijaya Kusnaryanto

Sumber: Reuters

Tags

Terkini

Terpopuler