Timnas AMIN Tegaskan Tolak Kemenangan Prabowo-Gibran di 19 Provinsi

- 14 Maret 2024, 15:07 WIB
Timnas AMIN minta KPU jangan jadikan quick count sebagai rujukan untuk menghitung suara real count.
Timnas AMIN minta KPU jangan jadikan quick count sebagai rujukan untuk menghitung suara real count. /Dok. Timnas AMIN/

ARAHKATA - Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN), menolak kemenangan pasangan calon dengan suara tertinggi, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah rampungkan rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2024 di 19 Provinsi.

"Kami dari Timnas AMIN menolak kemenangan 02 di 19 Provinsi. Kami dari Timnas AMIN Berpendapat hasil kemenangan 19 Provinsi untuk 02 adalah kemenangan yang di peroleh dengan cara curang yang TSM (Terstruktur, Sistematis dan Massif)," kata Juru Bicara Timnas AMIN, Iwan Tarigan, Kamis 14 Maret 2024.

Baca Juga: Viral Prostitusi Online di Kota Bogor, Tarif Long Time Tembus Rp30 Juta!  

Menurutnya, Timnas AMIN menganggap kemenangan tersebut dibantu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), menggunakan kekuatan aparat dan pemerintah dari jauh sebelum hari pencoblosan. Bahkan bantuan tersebut sudah diberikan jauh sebelum Pilpres dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024.

"Yang sangat mudah kita lihat dengan dugaan memanfaatkan MK, KPU, Bawaslu, Aparat Desa, ASN, PJ Gubernur, Walikota dan Bupati, Aparat Hukum, Menteri aktif menjadi Team Sukses dan penggunaan anggaran Bansos yang berasal dari APBN," beber Iwan.

"Artinya carayang dilakukan meraih kemenangan di Pilpres 2024 ini adalah cara pemenangan paling buruk sejak reformasi 98," imbuhnya.

Baca Juga: Puasa Sehat dan Berenergi: Tips Ahli Gizi untuk Memilih Makanan Terbaik Saat Puasa Ramadan

Dia menegaskan, Timnas AMIN tidak akan membiarkan ini terjadi, dan akan membawa sengketa Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi.

Halaman:

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah