Mengetahui Prosentase Iklim di Indonesia Hingga Saat Ini

20 Januari 2021, 14:49 WIB
Ilustrasi Iklim di Indonesia /Arahkata/

ARAHKATA - Bencana yang terjadi di awal tahun 2021 dinyatakan sebagai rentetan bencana yang menjadi bagian cuaca ekstrim yang timbul saat Puncak Musim Hujan. Hal itu dinyatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam suatu kesempatan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menjelaskan sebagian besar wilayah terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

"Potensi cuaca ekstrem cenderung meningkat di dalam periode Puncak Musim Hujan ini. Jadi kami minta masyarakat untuk waspada," kata Herizal, saat dihubungi, Rabu 20 Januari 2021.

Tercatat sudah 94 persen dari 342 Zona Musim yang ada di Indonesia telah memasuki musim hujan.

Baca Juga: Maluku Diguncang Gempa

Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto menyatakan potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan terjadi karena dinamika atmosfer tidak stabil.

"Kondisi itu dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata, diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia," kata Siswanto saat dihubungi terpisah.

Kehadiran MJO tersebut dapat ber-superposisi dengan penguatan Monsun Asia yang dapat pula disertai munculnya fenomena seruakan dingin (cold surge) di Laut Cina Selatan.

Baca Juga: PKS: Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun Ke Pertamina

"Selain itu, teramati beberapa sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan utara Australia yang menyebabkan terbentuknya belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) sehingga meningkatkan pertumbuhan gugus awan supersel yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi," urainya.

Berdasarkan data tersebut, BMKG menetapkan tanggal 18 hingga 24 Januari 2021, potensi cuaca ekstrem diprediksi dapat terjadi terutama untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

"Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan," pungkasnya.

Editor: Mohammad Irawan

Tags

Terkini

Terpopuler