Ganjar Tegas Peringatkan Kepala Sekolah Jauhi KKN

12 Juli 2022, 20:31 WIB
Ganjar Pranowo tegaskan kepada kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di lingkungan Pemprov Jateng untuk menjauhi berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). /ANTARA

ARAHKATA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memberikan contoh dan petunjuk sebagi pimpinan.

Ganjar Pranowo memberi peringatan keras kepada seluruh pimpinan lembaga pendidikan di wilayahnya.

Ganjar Pranowo tegaskan kepada kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di lingkungan Pemprov Jateng untuk menjauhi berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Baca Juga: Gibran Copot Direktur PDAM Solo Terlibat Kasus Pencabulan

Hal itu tertuang dalam pakta integritas saat Penyerahan Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengarahan.

Kepada Kepala SMAN, SMKN, dan SLBN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah oleh Gubernur Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa, 12 Juli 2022.

"Saya juga sampaikan pakta integritas mesti dilaksanakan, maka saya sampaikan, pakta integritas dilanggar maka saya copot dan mereka setuju," kata Ganjar.

Baca Juga: Dansatgas Yonif 123/Rajawali Bantu Perindah Gereja Berikan Podium


Orang nomor satu di Jateng itu menitipkan kepada kepala sekolah yang surat tugasnya baru diberikan.

Agar memperhatikan itu mengingat pendidikan karakter menjadi penting supaya anak-anak dibawa ke masa depan yang lebih baik.

"Anak-anak jangan dibebani dengan ketakutan-ketakutan. Di-bully-lah oleh temannya, mungkin gurunya, ancaman dari luar. Apakah itu narkoba, pornografi, radikalisme. Hati-hati, karena anak-anak mesti dipersiapkan, kepala sekolah harus mengawal," ujarnya.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Membagikan 11 Ton Rendang, Maknai Ikhlas Berkurban

Ganjar juga mengajak kepala sekolah mengawal dunia pendidikan Jateng agar bisa kreatif, inovatif, dan aktif menghadapi perubahan.

"Anak-anak adaptif terhadap perubahan, anak-anak bisa mengikuti jalur itu. Masa depan anak-anak bisa jauh lebih baik," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng Wisnu Zaroh menambahkan.

Baca Juga: Serentak Muhammadiyah dan NU Rayakan Idul Adha di Natuna

Pakta integritas yang disepakati oleh kepala sekolah itu di antaranya berisikan agar tidak ada pihak yang melakukan praktik KKN.

"Berisi Pancasila, UUD 45, tidak melakukan KKN, bahkan memastikan KKN tidak ada sama sekali. Tidak melanggar norma, etika, baik sosial, agama, dan sebagainya. Intinya semacam itu pakta integritas itu," pungkasnya.

Bunyi pakta integritas selengkapnya adalah setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: Ditangkap Julianto Eka Putra Terdakwa Pencabulan di SMA SPI Kota Malang


Selanjutnya, tidak bergabung/berafiliasi dengan kelompok/organisasi yang mempunyai ideologi bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu juga tidak akan melakukan tindakan/perbuatan yang bertentangan dengan etika, kesusilaan, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan agama, serta berperan secara proaktif dalam pencegahan praktik KKN.

Isi pakta integritas selanjutnya, kepala sekolah segera melaporkan kepada pihak yang berwajib/berwenang apabila mengetahui ada indikasi KKN.

Baca Juga: Dewan Pengawas Tegas Melarang BUMN Berikan Sesuatu ke Jajaran KPK


Kemudian, tidak akan melakukan tindakan/perbuatan yang berkaitan dengan kedudukan/jabatan/penugasan yang dapat dikategorikan sebagai suap/gratifikasi.

Apabila terbukti melanggar hal yang ada di pakta integritas maka akan bersedia diproses sesuai ketentuan yang berlaku atau diberhentikan dari status atau jabatan atau penugasan.***

Editor: Wijaya Kusnaryanto

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler