75 Ton Minyakita Ditimbun Dalam Gudang Dibongkar Satgas Pangan Sumut

14 Februari 2023, 20:45 WIB
Tim Satgas Pangan Sumut melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu gudang distributor, yakni PT Yorgo Anugrah Nusantara. /Dok KPPU/ARAHKATA

 

 ARAHKATA - Tim Satgas Pangan Sumut melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu gudang distributor, yakni PT Yorgo Anugrah Nusantara yang berada di Jalan Brigjen Zaen Hamid, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin, 13 Februari 2023.

Dalam sidak tersebut, Tim Satgas Pangan Sumut menemukan 75 ton atau sekitar 7.000 karton  Minyakita masih tersimpan rapi di dalam gudang.

Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Sumatera Utara, Naslindo Sirait mengatakan, saat dilakukan sidak, pihak gudang tidak mengakui bahwa mereka memproduksi Minyakita tetapi memproduksi minyak curah.

 Baca Juga: Wow! Segini Harta Kekayaan Hakim Wahyu Berani Vonis Mati Ferdy Sambo

"Namun, setelah diakukan pengecekan kemudian tim menemukan kurang lebih 75 ton atau sekitar 7.000 karton Minyakita," kata Naslindo di Medan, dikutip ArahKata.com pada Selasa, 14 Februari 2023.

Naslindo menyebutkan, hasil penyelidikan awal pihak distributor mengaku, 7.000 karton yang tersimpan di dalam gudang tersebut ternyata telah diproduksi sejak bulan November dan Desember 2022 dan belum disalurkan lantaran belum adanya permintaan di pasaran.

"Kita akan memastikan apakah ada upaya-upaya menahan atau menimbun dan kini masih kami dalami. Kita sudah berkoordinasi dengan KPPU dan juga pihak penyidikdan hari ini kita juga sudah rapat dengan kepolisian kita untuk temuan tersebut ditindaklanjuti," sebutnya.

 Baca Juga: BPKP Dukung Upaya Peningkatan Pendidikan Melalui Pengawasan

Naslindo juga meminta kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan KPPU Kanwil I Medan agar menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tak hanya itu, Naslindo juga mengimbau kepada seluruh produsen dan distributor minyak goreng agar menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kita hanya ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pedagang yang mencoba-coba untuk melakukan praktek perdagangan yang tidak sesuai ketentuan," tegasnya.***

 

Editor: Wijaya Kusnaryanto

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler