TNI Kontak Senjata Dengan Anggota OPM Pimpinan Egianus Kogoya Dua Tertembak

- 20 April 2024, 19:12 WIB
Senjata dan barang yang berhasil disita TNI dalam aksi saling tembak dengan OPM pimpinan Egianus Kogoya, Jumat (19/4/2024).
Senjata dan barang yang berhasil disita TNI dalam aksi saling tembak dengan OPM pimpinan Egianus Kogoya, Jumat (19/4/2024). /ANTARA

ARAHKATA - Dua anggota Organisasi Papua Merdeka Kodap III/Ndugama pimpinan Egianus Kogoya terkena tembakan saat terlibat baku tembak dengan pasukan Komando Operasi TNI Habema di Kampung Paro, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat, 19 April 2024.

Perwira Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Arh Yogi Nugroho dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Jumat, 19 April 2024 menyebutkan peristiwa baku tembak itu bermula ketika kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu sering melakukan penyerang terhadap salah satu pos TNI di daerah itu sejak awal 2024.
​​​​​​
Hal itu membuat jajaran TNI harus melakukan tindakan untuk melakukan perlawanan. Hasilnya, pasukan TNI melakukan serangan terhadap pihak OPM tersebut pada hari ini dan terjadilah baku tembak.

Baca Juga: YLKI: Konsumen Belum Ada Keluhan Isi Daya Kendaraan Listrik Selama Lebaran

Dalam peristiwa itu, dua anggota OPM terkena peluru dari pasukan TNI, tetapi mereka masih berhasil melarikan diri.

Personel TNI berhasil menyita beberapa material milik anggota OPM yang tertinggal di lokasi kejadian, di antaranya satu pucuk pistol FN beserta magasin, satu magasin senapan SS-2, kemudian 27 butir amunisi 5.56 mm, sebuah bendera Bintang Kejora OPM, sebuah busur dan beberapa anak panah tradisional, sebuah parang, serta sebuah noken.

"Keberhasilan prajurit TNI melumpuhkan kekuatan OPM di Paro merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan demi lancarnya proses percepatan pembangunan di Papua," kata Yogi Nugroho.

Baca Juga: Komplotan Oknum Koruptor di PWI Segera Dilaporkan ke APH, Wilson Lalengke Minta Hendry dan Sayid Dicekal

OPM pimpinan Egianus Kogoya merupakan kelompok yang menyandera pilot Susi Air asal Selandia Baru Phillip Mark Mehrtens sejak awal tahun 2023.

Hingga saat ini pilot tersebut masih disandera dan upaya pembebasan melalui jalur pendekatan pun masih berlangsung oleh pemerintah daerah setempat.***

 

 

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah