Ini Sosok Salima Mazari, Gubernur Wanita Afghanistan yang Ditangkap Taliban

- 23 Agustus 2021, 13:39 WIB
Gubernur perempuan di Afghanistan, Salima Mazari, ditangkapn Taliban
Gubernur perempuan di Afghanistan, Salima Mazari, ditangkapn Taliban /Twitter @NadiaMomand

ARAHKATA – Setelah Taliban berhasil menguasai Afghanistan, mereka mulai melancarkan rencana untuk membentuk negara tersebut dengan aturan mereka. Salah satunya adalah menangkap pihak yang berlawanan dengan Taliban.

Pernyataan Taliban yang berjanji akan memimpin dengan damai rupanya masih menjadi keraguan besar setelah kelakukan mereka yang masih bertindak arogan terhadap sejumlah orang di sana.

Pasalnya seusai menyatakan janji tersebut, Taliban dilaporkan menangkap Salima Mazari dan hingga kini masih belum diketahui nasibnya.

Baca Juga: Taliban Eksekusi Mati Mantan Pemimpin ISIS Asia Selatan

Salima Mazari merupakan Gubernur Charkint di Afghanistan bagian utara, yang berpenduduk lebih dari 30 ribu orang. Dia adalah salah satu dari tiga gubernur wanita pertama yang pernah terpilih di sana.

Zee News memberitakan, para pendukung Salima khawatir wanita itu akan dieksekusi sebagai 'pesan' agar orang-orang tidak melakukan perlawanan.

Sementara Charkint sendiri adalah daerah asal keluarganya, karenanya ia merasa bertanggung jawab dalam membantu membenahi provinsi yang rusak akibat gejolak politik, perang dan korupsi.

Baca Juga: Salima Mazari, Gubernur Perempuan Afghanistan Ditangkap Taliban

Di tengah kebuntuan dan ketakutan usai penguasaan Taliban, masyarakat banyak yang ingin melarikan diri. Tapi tidak dengan Salima, ia mengambil risiko besar dan lebih memilih untuk bertahan di daerah yang dipimpinnya.

Ia tetap bersama masyarakat yang tak memiliki daya untuk pergi hingga Provinsi Baikh di mana distriknya terletak, jatuh ke Taliban.

Distriknya sendiri adalah salah satu yang terakhir berdiri sebelum negara dikuasai Taliban.

Mengutip She The People, Salima Mazari lahir di Iran karena keluarganya yang melarikan diri dari Afghanistan ketika terjadi Perang Soviet.

Baca Juga: Panglima Militer Inggris Minta Dunia Beri Ruang untuk Taliban

Salima di Iran menyelesaikan studi hingga perguruan tinggi dan pernah bekerja di organisasi internasional untuk migrasi sebelum kembali ke negara asal.

Menurut Times of India, Salima adalah bagian dari komunitas Hazara yang kebanyakan Muslim Shia yang mana dianggap Taliban sebagai sekte sesat.

Ia yang berusia 40 tahun itu sebelumnya pernah terlibat dalam pertarungan melawan Taliban juga milisi-milisi lainnnya. Salima terjun langsung merekrut dan melatih para pejuang yang ingin melawan Taliban.

Baca Juga: Cara Pakaian Wanita Afghanistan Akan Diputuskan Oleh Dewan Ulama Islam

"Kadang-kadang saya di kantor di Charkint, dan di lain waktu saya harus mengambil senjata dan bergabung dalam pertempuran," tutur Salima Mazari kepada The Guardian.

Namun , seperti wanita lainnya, ia juga sempat memiliki kekhawatiran atas penguasaan Taliban di Afghanistan. Banyak informasi menyebutkan, pada rezim sebelumnya Taliban melarang wanita beraktivitas dengan bebas apalagi bekerja dan memimpin.

"Di provinsi-provinsi yang dikuasai Taliban, tidak ada perempuan lagi di sana, bahkan di kota-kota. Mereka semua dipenjara di rumah mereka," ujarnya.***

Editor: Agnes Aflianto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah