Isu Susu: Antara Kebutuhan Gizi Dan Pentingnya Keamanan Pangan

- 25 Februari 2024, 20:06 WIB
Sejumlah negara produsen susu termasuk China berkompetisi untuk memasuki pasar Indonesia.
Sejumlah negara produsen susu termasuk China berkompetisi untuk memasuki pasar Indonesia. /Freepicture/ARAHKATA

 

ARAHKATA - Topik susu akan terus menjadi perbincangan hangat seiring dengan rencana salah satu paslon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, yang ingin melaksanakan program makan siang dan susu gratis untuk anak Indonesia.

Berbagai negara sudah mulai ancang ancang untuk ikut berkompetisi dalam penyediaan produk susu yang dibutuhkan.

Selain negara negara yang telah lama menjadi penyedia bahan baku dan produk susu di Indonesia seperti Eropa, Amerika, Australia dan New Zealand, santer terdengar bahwa produk dari negara seperti Cina juga akan ikut menawarkan produk susu ke pasar Indonesia.

Baca Juga: Bosan Makan Siang di Luar? Yuk, Coba 10 Ide Bekal Kantor Ini!

Dengan potensi semakin banyaknya pemain di industri susu, sangat penting untuk memastikan keamanan produk tersebut dengan melihat jejak sejarah keamanan pangan di negara asal dimana produk tersebut diproduksi.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho meragukan kemampuan produksi susu dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan tesebut.

"Saya takutnya impor susu akan semakin besar,” ujar Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi Indef ini.

Baca Juga: Simak 10 Rahasia Nyaman Berhijab Seharian!

Kekhawatiran terhadap impor susu bukan tanpa sebab. Pada 2008 yang lalu, Indonesia pernah melarang impor susu yang berasal dari China karena adanya skandal tercemarnya susu bubuk yang membahayakan kesehatan. Duta Besar RI untuk China saat itu, Sudrajat mengatakan hal itu dilakukan demi melindungi konsumen dari hal yang tidak diinginkan.

Halaman:

Editor: Wijaya Kusnaryanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah