Puluhan Calon Tenaga Kerja Sinjai Dilatih, Visi Misi Bupati-Wabup Terjawab

- 1 Maret 2021, 18:51 WIB
Suasana Diklat 3 in 1 Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Ikan di Sentra IKM Sinjai.
Suasana Diklat 3 in 1 Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Ikan di Sentra IKM Sinjai. /Ashari/ARAH KATA

 

ARAHKATA - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sinjai melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar, Sulawesi Selatan kembali melatih puluhan calon tenaga kerja produktif, Senin 1 Maret 2021.

Calon tenaga kerja produktif yang jumlahnya sebanyak 75 orang itu, diasah keterampilannya melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3 in 1 Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Ikan.

Diklat III in 1 itu, juga merupakan angkatan IV yang akan berlangsung selama tujuh hari kedepan di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Sinjai, Wabup Kartini Ajak Pemuda Berprinsip Jujur

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindag dan ESDM Sinjai, Muh. Saleh mengatakan, Diklat dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri, yang sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini.

Selain meningkatkan kompetensi SDM pelaku usaha mikro kata Saleh, juga dilaksanakan dengan tujuan untuk mengasah keterampilan calon tenaga kerja produktif agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomis.

"Diklat ini fokus pada pembuatan produk olahan berbasis ikan. Karena itu saya harap, para peserta dapat mengikuti Diklat ini dengan serius, karena hanya orang-orang yang serius yang akan berhasil," ujarnya.

Baca Juga: AMPI Sinjai Siap Bersinergi Dengan Pemerintah

Apalagi, sambung Saleh, Diklat tersebut menjawab visi misi Bupati Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Hj. Andi Kartini Ottong dalam menciptakan wirausaha baru di Kabupaten Sinjai.

Sementara, Kepala Seksi Penyelenggara Diklat BDI Makassar, Irwan Syakari menuturkan, para peserta Diklat diharap akan mampu mempraktekkan sanitasi dan higienis dalam pengolahan ikan.
Sebab para peserta Diklat akan diajarkan bagaimana cara mengolah produk yang baik.

"Jadi bahan baku yang tidak ekonomis digunakan, seperti ikan yang harganya murah kemudian diolah menjadi bakso, nagget dengan nilai tambah dan nilai jual lebih tinggi dari harga yang semula," katanya.

Baca Juga: Resmikan Tiga Gedung Megah RSUD Sinjai, Wagub Sulsel: Pelayanan Semakin Bagus

Irwan menambahkan, semua peserta yang telah mengikuti pelatihan ini akan disertifikasi uji kompetensi.

"Peserta nantinya akan mendapat dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dan sertifikat uji kompetensi di bidang olahan ikan," pungkasnya.

Diketahui, Diklat untuk calon tenaga kerja produktif ini, telah berlangsung sejak tahun 2020. Diklat kali ini berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan.***

Editor: Ahmad Ahyar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah